Selasa, 23 Juni 2026

SUJONO: Pembawa Muhammadiyah ke Tanah Karo



Ketika berbicara tentang awal sejarah Muhammadiyah Kabupaten Karo maka akan muncul satu nama yaitu Sujono. Nama Sujono ini akan muncul di berbagai karangan ilmiah atau disertasi saat membicarakan sejarah dan dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Karo. Kemunculan nama Sujono berdasarkan secara lisan yang diberikan oleh beberapa narasumber saat ditanya terkait sejarah Muhammadiyah Kabupaten Karo.

Siapa Sujono? 
Nama Sujono muncul pertama kali dalam sebuah buku yang ditulis oleh Drs. H. Matardi E,SH,M.H.I. Beliau adalah Kepala Kantor Pengadilan agama Kabanjahe yang pertama. Beliau bertugas lebih kurang 12 tahun (1975 -1987). Buku beliau berjudul Sejarah dan Perkembangan Agama Islam di Tanah Karo Simalem yang diterbitkan tahun 1987 . Dalam buku tersebut Drs.H. Matardi E, SH,MHI mengupas tentang sejarah berdirinya Muhammadiyah di Kabupaten Karo.  Berdirinya muhammadiyah di Kabupaten Karo beliau sebut sebagai tonggak modernisasi dakwah. Dalam buku tersebut beliau menyebutkan tokoh sentral pembawa Muhammadiyah di Tanah Karo adalah Sujono pada tahun 1936. Saat itu  Sujono adalah berprofesi sebagai pegawai dinas komunikasi /Kantor Pos Kabanjahe yang berasal dari Yogyakarta. 

Sebagai pegawai komunikasi tentu memudahkan Sujono untuk berkoordinasi dengan pengurus Muhammadiyah di Medan dalam rangka pengembangan Muhammadiyah di Tanah Karo. Pengembangan Muhammadiyah di Tanah Karo dilakukan oleh Sujono tidak langsung menyasar kepada ummat Islam dari etnis asli Karo tetapi berkoordinasi dengan pedagang muslim terutama Aceh dan Minangkabau. 

Tetapi sayang sekali tidak ada data dokumen atau catatan  terkait lebih lanjut tentang Sujono. Tidak banyak catatan pembanding yang dapat kita lakukan untuk menelusuri tentang peran Sujono dalam pengembangan Muhammadiyah di Tanah Karo. 

Inilah yang membuat terasa sulit untuk menelusuri sejarah awal berdirinya muhammadiyah di Tanah Karo. Sekali lagi ketiadaan dokumen catatan serta data membuat sejarah awal Muhammadiyah terasa melewati lorong-lorong gelap termasuk tentang tokoh yang bernama Sujono.

0 comments:

Posting Komentar