Jika ingin melihat bagaimana cerita tentang Muhammadiyah
di Kabupaten karo maka salah satu tempat yang wajib dikunjungi adalah Masjid
Taqwa Muhammadiyah Kabanjahe. Masjid ini terletak di jalan Masjid Kelurahan Lau
Cimba. Masjid ini berada ditengah-tengah kota Kabanjahe. Masjid inilah
satu-satunya masjid yang dimiliki oleh Muhammadiyah di kota Kabanjahe. Oleh
sebab itu masjid Taqwa ini menjadi pusat kegiatan Muhammadiyah dalam
pengembangan kegiatannya. Masjid Taqwa Muhammadiyah berada di lingkungan warga
Muhammadiyah. Ada dua ranting yang berada di lingkungan masjid Taqwa yaitu
Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Jalan masjid dan Lau Cimba.
Saat ini masjid Taqwa Muhammadiyah Kabanjahe tidak
berdiri sendiri tetapi bergabung dengan bangunan lain. Bangunan masjid Taqwa
memiliki tiga lantai. Lantai pertama digunakan untuk amal usaha pendidikan
Muhammadiyah yaitu SD Muhammadiyah Kabanjahe, Sore harinya digunakan untuk
pendidikan Madrasah Diniyah Awaliyah Muhammadiyah. Pada bagian depan bangunan
adalah bangunan klinik bersalin Siti Khadijah. Awalnya pembangunan klinik ini
adalah sebagai amal usaha Muhammadiyah bidang kesehatan. Namun seiring berjalan
waktu Muhammadiyah tidak memiliki sumber daya sehinnga bangunan ini akhirnya
disewakan terkhusus untuk bidang kesehatan.
Sejarah pembangunan masjid Taqwa ini sangat menarik.
Keseluruhan bangunan termasuk masjid Taqwa berdiri di atas lahan tanah ukuran
16 x 28 pada awalnya dibeli secara bertahap. Awalnya lahan ini adalah kumpulan
lahan berupa kaplingan tanah perumahan. Kemudian Muhammadiyah membeli sebuah
kaplingan yang diperuntukkan untuk membangun sekolah. Berikutnya Muhammadiyah
membeli kaplingan tanah disebelahnya untuk pengadaan masjid Muhammadiyah.
Terakhir kaplingan tanah yang berada di depan milik warga Muhammadiyah menjual
tanahnya untuk pengembangan Muhammadiyah. Tanah terakhir inilah yang digunakan
untuk pembangunan dua lantai klinik Siti Khadijah.
Pembangunan masjid Taqwa Muhammadiyah ini awalnya
dilatarbelakangi keinginan memiliki masjid yang dikelola oleh Muhammadiyah
sesuai cara pandang beragama Muhammadiyah. Awalnya warga Muhammadiyah
mempergunakan masjid Lama sebagai tempat kegiatan dakwah khususnya pelaksanaa
ibadah shalat. Masjid lama yang terletak di jalan masjid di lingkungan warga
Muhammadiyah adalah milik ummat yang tentunya berbeda paham beragamanya dengan
Muhammadiyah. Melihat situasi ini
sekaligus menghindari perselisihan maka tokoh-tokoh Muhammadiyah saat itu
berinisiatif untuk membangun masjid milik Muhammadiyah sendiri. Sejak saat
dilakukanlah penggalangan dana untuk pembelian sebidang tanah untuk pembangunan
masjid. Warga Muhammadiyah yang rata-rata pedagang dikutip iuran infaqnya
secara berkala. Ada petugas yang setiap minggu mengutip dana untuk pembelian
tanah untuk masjid. Tidak sampai disitu ada informasi untuk penggalangan dana
juga dilakukan dengan membooking bioskop dan menayangkan film. Hasil
keuntungannya digunakan untuk pembelian lahan tanah untuk masjid. Lumayan
menarik memang kisah lama dibalik sejarah pembangunan masjid Taqwa Muhammadiyah
Kabanjahe.
Awalnya tanah yang dibeli hasil penggalangan dana berada
di jalan Irian Kabanjahe. Sekitar dua kilometer dari masjid Taqwa saat ini.
Namun lokasi tersebut relatif jauh dari warga Muhammadiyah yang rata-rata
berada di Jalan Masjid dekat dengan lokasi masjid Taqwa Muhamamdiyah saat ini berada. Oleh sebab itu
pembangunan masjid di lokasi jalan Irian tidak segera dilakukan. Akhirnya tanah
tersebut kembali dijual untuk membeli tanah yang saat ini menjadi lokasi
bangunan Masjid Taqwa dibangun.
Pembangunan masjid Taqwa Muhammadiyah Kabanjahe dibangun
sekitar tahun 1976. Pembangunan ini berlangsung secara bertahap dan memakan
waktu yang relatif lama. Hal ini terkait pengumpulan dana dari masyarakat yang
dilakukan secara terus menerus. Sekitar tahun 1978 lantai dasar sudah dapat
diselesaikan yang akan digunakan untuk ruang belajar SD Muhammadiyah. Mengingat
pembangunan masjid yang berada di lantai belum selesai dalam waktu singkat maka
lantai dasar digunakan sementara untuk masjid. Pada tahun tersebut ( 1978 )
dilaksanakan pelaksanaan sholat Jumat pertama sebagai awal penggunaan bangunan
tersebut sebagai masjid. Pimpinan Muhamamdiyah Karo saat itu mengundang mubaligh
dari Medan yang akan mengisi khatib pertama di masjid Taqwa Muhammadiyah
Kabanjahe. Kehadiran mubaligh tidak dapat hadir tepat waktu karena terkendala
perjalanan akhirnya digantikan oleh Jamaluddin Nasution. Beliau saat itu adalah
mubaligh muda dan seorang guru agama yang beberapa bulan sebelumnya ditempatkan
di salah satu Sekolah Dasar Negeri di Kabanjahe. Kehadiran Ustadz Jamaluddin
Nasution menambah tenaga da'i untuk membangun gerakan dakwah Muhamamdiyah di Kabupaten Karo.
Sekitar tahun 1979 pembangunan Masjid Taqwa Muhammadiyah
di lantai dua telah rampung dan digunakan
untuk kegiatan ibadah sholat dan aktiitas lainnya. Akses masuk ke masjid
awalnya berada di lantai dasar masjid. Seiring bertambahnya jamaah akses masuk
ini tidak lagi layak maka dipindahkan ke bagian belakang yang sampai saat ini
masih digunakan. Perkembangan selanjutnya secara tata letak tentu kurang tepat
pintu masuk masjid dari belakang maka sekitar tahun 2007 ditambahkan akses
tangga masuk utama masjid dari depan seperti saat ini. Sehingga menambahkan
keelokan masjid Taqwa Muhamamdiyah Kabanjahe.
Pembenahan masjid Taqwa terus berlangsung mulai pergantian kubah masjid, pergantian keramik lantai masjid, perbaikan kamar mandi, trempat wudhuk dan fasilitas lainnya. Ini sebagai upaya untuk memberikan kenyamanan jamaah saat beribadah. Masjid Taqwa Muhammadiyah selain tempat melaksanakan ibadah sholat juga digunakan untuk tempat kegiatan pengajian ranting Muhamamdiyah maupun Aisyiyah. Biasanya hal ini disebabkan oleh jamaah karena rumahnya sempit atau sesuatu hal akhirnya memindahkan pengajian ke masjid Taqwa Kabanjahe. Saat ini pengajian rutin Pimpinan Cabang Aisyiyah Kabanjahe setiap jumat juga diadalkan di masjid Taqwa Muhamamdiyah Kabanjahe. Angkatan Muda Muhammadiyah ( Pemuda Muhamamdiyah dan Nasyiatul Aisyiyah) juga menjadikan masjid ini sebagai tempat dan pusat kegiatan. Begitu juga kelompok Pengajian ibu-ibu suku Minang ( Pengajian Gondoriyah) memakai masjid ini setiap Rabu sebagai tempat pengajian. Masjid Taqwa Kabanjahe juga pernah dijadikan sebagai posko pengungsi masyarakat yang terkana dampak meletusnya gunung Sinabung sekitar tahun 2013.
Masjid Taqwa Muhamamdiyah Kabanjahe tentu masih punya banyak cerita tentang dakwah dan perjalanan panjang Muhammadiyah Kabupaten Karo. Dari titik inilah Muhamamdiyah bergerak menggerakkan dakwah Islam di beberapa tempat di Kabupaten Karo.
Jangan lupa mampir di masjid Taqwa Muhamamdiyah sebab ada cerita Muhamamdiyah di dalamnya.





















































.jpg)





.jpg)


















