Jumat, 12 Juni 2026

MASJID TAQWA: TITIK GERAK MUHAMMADIYAH KARO



Jika ingin melihat bagaimana cerita tentang Muhammadiyah di Kabupaten karo maka salah satu tempat yang wajib dikunjungi adalah Masjid Taqwa Muhammadiyah Kabanjahe. Masjid ini terletak di jalan Masjid Kelurahan Lau Cimba. Masjid ini berada ditengah-tengah kota Kabanjahe. Masjid inilah satu-satunya masjid yang dimiliki oleh Muhammadiyah di kota Kabanjahe. Oleh sebab itu masjid Taqwa ini menjadi pusat kegiatan Muhammadiyah dalam pengembangan kegiatannya. Masjid Taqwa Muhammadiyah berada di lingkungan warga Muhammadiyah. Ada dua ranting yang berada di lingkungan masjid Taqwa yaitu Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Jalan masjid dan Lau Cimba.

Saat ini masjid Taqwa Muhammadiyah Kabanjahe tidak berdiri sendiri tetapi bergabung dengan bangunan lain. Bangunan masjid Taqwa memiliki tiga lantai. Lantai pertama digunakan untuk amal usaha pendidikan Muhammadiyah yaitu SD Muhammadiyah Kabanjahe, Sore harinya digunakan untuk pendidikan Madrasah Diniyah Awaliyah Muhammadiyah. Pada bagian depan bangunan adalah bangunan klinik bersalin Siti Khadijah. Awalnya pembangunan klinik ini adalah sebagai amal usaha Muhammadiyah bidang kesehatan. Namun seiring berjalan waktu Muhammadiyah tidak memiliki sumber daya sehinnga bangunan ini akhirnya disewakan terkhusus untuk bidang kesehatan.

Sejarah pembangunan masjid Taqwa ini sangat menarik. Keseluruhan bangunan termasuk masjid Taqwa berdiri di atas lahan tanah ukuran 16 x 28 pada awalnya dibeli secara bertahap. Awalnya lahan ini adalah kumpulan lahan berupa kaplingan tanah perumahan. Kemudian Muhammadiyah membeli sebuah kaplingan yang diperuntukkan untuk membangun sekolah. Berikutnya Muhammadiyah membeli kaplingan tanah disebelahnya untuk pengadaan masjid Muhammadiyah. Terakhir kaplingan tanah yang berada di depan milik warga Muhammadiyah menjual tanahnya untuk pengembangan Muhammadiyah. Tanah terakhir inilah yang digunakan untuk pembangunan dua lantai klinik Siti Khadijah.

Pembangunan masjid Taqwa Muhammadiyah ini awalnya dilatarbelakangi keinginan memiliki masjid yang dikelola oleh Muhammadiyah sesuai cara pandang beragama Muhammadiyah. Awalnya warga Muhammadiyah mempergunakan masjid Lama sebagai tempat kegiatan dakwah khususnya pelaksanaa ibadah shalat. Masjid lama yang terletak di jalan masjid di lingkungan warga Muhammadiyah adalah milik ummat yang tentunya berbeda paham beragamanya dengan Muhammadiyah.  Melihat situasi ini sekaligus menghindari perselisihan maka tokoh-tokoh Muhammadiyah saat itu berinisiatif untuk membangun masjid milik Muhammadiyah sendiri. Sejak saat dilakukanlah penggalangan dana untuk pembelian sebidang tanah untuk pembangunan masjid. Warga Muhammadiyah yang rata-rata pedagang dikutip iuran infaqnya secara berkala. Ada petugas yang setiap minggu mengutip dana untuk pembelian tanah untuk masjid. Tidak sampai disitu ada informasi untuk penggalangan dana juga dilakukan dengan membooking bioskop dan menayangkan film. Hasil keuntungannya digunakan untuk pembelian lahan tanah untuk masjid. Lumayan menarik memang kisah lama dibalik sejarah pembangunan masjid Taqwa Muhammadiyah Kabanjahe.

Awalnya tanah yang dibeli hasil penggalangan dana berada di jalan Irian Kabanjahe. Sekitar dua kilometer dari masjid Taqwa saat ini. Namun lokasi tersebut relatif jauh dari warga Muhammadiyah yang rata-rata berada di Jalan Masjid dekat dengan  lokasi masjid Taqwa Muhamamdiyah saat ini berada. Oleh sebab itu pembangunan masjid di lokasi jalan Irian tidak segera dilakukan. Akhirnya tanah tersebut kembali dijual untuk membeli tanah yang saat ini menjadi lokasi bangunan Masjid Taqwa dibangun.

Pembangunan masjid Taqwa Muhammadiyah Kabanjahe dibangun sekitar tahun 1976. Pembangunan ini berlangsung secara bertahap dan memakan waktu yang relatif lama. Hal ini terkait pengumpulan dana dari masyarakat yang dilakukan secara terus menerus. Sekitar tahun 1978 lantai dasar sudah dapat diselesaikan yang akan digunakan untuk ruang belajar SD Muhammadiyah. Mengingat pembangunan masjid yang berada di lantai belum selesai dalam waktu singkat maka lantai dasar digunakan sementara untuk masjid. Pada tahun tersebut ( 1978 ) dilaksanakan pelaksanaan sholat Jumat pertama sebagai awal penggunaan bangunan tersebut sebagai masjid. Pimpinan Muhamamdiyah Karo saat itu mengundang mubaligh dari Medan yang akan mengisi khatib pertama di masjid Taqwa Muhammadiyah Kabanjahe. Kehadiran mubaligh tidak dapat hadir tepat waktu karena terkendala perjalanan akhirnya digantikan oleh Jamaluddin Nasution. Beliau saat itu adalah mubaligh muda dan seorang guru agama yang beberapa bulan sebelumnya ditempatkan di salah satu Sekolah Dasar Negeri di Kabanjahe. Kehadiran Ustadz Jamaluddin Nasution menambah tenaga da'i untuk membangun gerakan dakwah Muhamamdiyah di Kabupaten Karo.

Sekitar tahun 1979 pembangunan Masjid Taqwa Muhammadiyah di lantai dua telah  rampung dan digunakan untuk kegiatan ibadah sholat dan aktiitas lainnya. Akses masuk ke masjid awalnya berada di lantai dasar masjid. Seiring bertambahnya jamaah akses masuk ini tidak lagi layak maka dipindahkan ke bagian belakang yang sampai saat ini masih digunakan. Perkembangan selanjutnya secara tata letak tentu kurang tepat pintu masuk masjid dari belakang maka sekitar tahun 2007 ditambahkan akses tangga masuk utama masjid dari depan seperti saat ini. Sehingga menambahkan keelokan masjid Taqwa Muhamamdiyah Kabanjahe.

Pembenahan masjid Taqwa terus berlangsung  mulai pergantian kubah masjid, pergantian keramik lantai masjid, perbaikan kamar mandi, trempat wudhuk dan fasilitas lainnya. Ini sebagai upaya untuk memberikan kenyamanan jamaah saat beribadah. Masjid Taqwa Muhammadiyah selain tempat melaksanakan ibadah sholat juga digunakan untuk tempat kegiatan pengajian ranting Muhamamdiyah maupun Aisyiyah. Biasanya hal ini disebabkan oleh jamaah karena rumahnya sempit atau sesuatu hal akhirnya memindahkan pengajian ke masjid Taqwa Kabanjahe. Saat ini pengajian rutin Pimpinan Cabang Aisyiyah Kabanjahe setiap jumat juga diadalkan di masjid Taqwa Muhamamdiyah Kabanjahe. Angkatan Muda Muhammadiyah ( Pemuda Muhamamdiyah dan Nasyiatul Aisyiyah) juga menjadikan masjid ini sebagai tempat dan pusat kegiatan.  Begitu juga kelompok Pengajian ibu-ibu suku Minang ( Pengajian Gondoriyah) memakai masjid ini setiap Rabu sebagai tempat pengajian. Masjid Taqwa Kabanjahe juga pernah dijadikan sebagai posko pengungsi masyarakat yang terkana dampak meletusnya gunung Sinabung sekitar tahun 2013.

Masjid Taqwa Muhamamdiyah Kabanjahe tentu masih punya banyak cerita tentang dakwah dan perjalanan panjang Muhammadiyah Kabupaten Karo. Dari titik inilah Muhamamdiyah bergerak menggerakkan dakwah Islam di beberapa tempat di Kabupaten Karo. 

Jangan lupa mampir di masjid Taqwa Muhamamdiyah sebab ada cerita Muhamamdiyah di dalamnya.


 

0 comments:

Posting Komentar